TADABBUR ABDULLAH DAN AMINAH


(MEMANDANG KEMATIAN AYAH DAN IBU NABI DARI SISI LAIN)

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEho01Y2engGPXLaCp1KqnOaFt-TScaIQtUj-NcDMccKMQuevzrzIxJ6cJwNyhIbot0__JaRvDF5udSoE8UdZmpeM4GnLYPqO1VxdBwA2dIJfWLsMooVDWv7CDPHGN-dsGPPP2-49XDRmto/s640/Kenapa+Wajah+Rasulullah+Tidak+Boleh+Dilukis+atau+Digambar+Ternyata+Ini+Alasannya.jpg
           
            Masih menjadi perdebatan tentang Abdullah dan Aminah, orang tua Nabi Shallallahu alaihi wa salam. Hal ini berkaitan tentang surga atau neraka kah tempat untuk orang tua beliau Shallallahu alaihi wa salam setelah wafat. Perdebatan seperti ini tidak akan kunjung usai dan apakah ada hikmah yang besar dibalik  semua itu.
            Dalam artikel ini, saya ingin mentadabburi(memandang dari sisi lain) tentang kematian orang tua Nabi Shallallahu alaihi wa salam. Menurut saya pribadi, mengetahui tempat yang layak setelah kematian itu bukanlah hak manusia, yang dimana itu semua murni hak Allah dan manusia akan sulit untuk mengkajinya(karena tidak ada hadits shahih tentang ini). Saya pribadi ingin mencoba untuk mengkaji lebih dalam untuk mengambil hikmah atas peristiwa ini.
            Seperti yang kita ketahui, Abdullah meninggal 2 bulan setelah kelahiran beliau dan Siti Aminah meninggal setelah 6 tahun kelahiran beliau. Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam telah menjadi anak yatim piatu sejak usia 6 tahun. Yang kemudian beliau dirawat oleh kakeknya, Adul Muthalib dan pamannya, Abu Tholib. Beliau Shallallahu alaihi wa salam dirawat dengan penuh perhatian dan kasih sayang oleh kakeknya dan pamannya sampai pada kematian mereka berdua. Beliau Shallallahu alaihi wa salam pun begitu merasa sedih dan kehilangan yang mendalam.
            Dalam hal ini, saya mencoba mentadabburi bahwa kematian kedua orang tua Nabi Shallallahu alaihi wa salam sejak beliau masih kecil adalah Allah ingin meringankan adab Umat Islam kepada orang tua. Seperti yang kita ketahui, Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam adalah manusia yang akhlak yang sangat agung mulia. Beliau Shallallahu alaihi wa salam adalah pelaku kemanusiaan yang terbaik. Yang banyak dikisahkan contoh Akhlak mulia beliau saat beliau Shallallahu alaihi wa salam berlaku sopan dan memberi makan kepada seorang pengemis Yahudi, yang bahkan Abu Bakar, manusia terbaik setelah Nabi Shallallahu alaihi wa salam pun tidak bisa untuk menirunya persis seperti yang dilakukan beliau Shallallahu alaihi wa salam. Dan kisah lainnya saat beliau Shallallahu alaihi wa salam Shallallahu alaihi wa salam mengasihi anak yatim, yang tiada satu pun manusia di dunia yang kasih sayangnya terhadap yatim mampu menyamai beliau dan masih banyak kisah lainnya bagaimana beliau menujukkan kasih sayang dan Akhlak yang agung kepada semua makhluk Allah Subhanahu wa taala.
              Bilamana Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam memiliki kasih sayang yang tinggi dan akhlak yang agung kepada orang lain, maka bagaimana jika beliau berperilaku terhadap orang tuanya? 
            Islam adalah agama yang memiliki ajaran yang sempurna yang mudah untuk dilakukan umat manusia. Dalam Islam, orang tua adalah orang yang harus dimuliakan dan bahkan tidak boleh sekalipun menyakiti hatinya dalam hal apapun. Saya sedikit mengambil hikmah dalam kematian ayah dan ibu beliau Shallallahu alaihi wa salam dalam hal ini. Seandainya ayah dan ibu belia masih hidup maka betapa beliau akan berlaku begitu agung kepada keduanya. Saya pribadi pun sering merenungi dan bahkan sulit membayangkan bagaimana perilaku beliau Shallallahu alaihi wa salam kepada ayah bundanya jikalau masih hidup. Tentunya saya membayangkan begitu paling sulitnya Sunnah Rasul yang satu ini(orang Sunnah yang ada belum tentu kita melakukannya semuanya). Tapi seakan Allah Subhanahu wa ta’ala sengaja mewafatkan mereka berdua saat beliau Shallallahu alaihi wa salam masih kecil agar tidak memberatkan Sunnah yang dilakukan bagi Umatnya.
Wallahu a’lam

Comments

Popular posts from this blog

Kematian

Logika Akhir Zaman

Tabir Bukan Penghalang Cinta