TADABBUR ABDULLAH DAN AMINAH
(MEMANDANG KEMATIAN
AYAH DAN IBU NABI DARI SISI LAIN)
Masih menjadi perdebatan tentang
Abdullah dan Aminah, orang tua Nabi Shallallahu
alaihi wa salam. Hal ini berkaitan tentang surga atau neraka kah tempat
untuk orang tua beliau Shallallahu alaihi
wa salam setelah wafat. Perdebatan seperti ini tidak akan kunjung usai dan
apakah ada hikmah yang besar dibalik
semua itu.
Dalam
artikel ini, saya ingin mentadabburi(memandang dari sisi lain) tentang kematian
orang tua Nabi Shallallahu alaihi wa
salam. Menurut saya pribadi, mengetahui tempat yang layak setelah kematian
itu bukanlah hak manusia, yang dimana itu semua murni hak Allah dan manusia
akan sulit untuk mengkajinya(karena tidak ada hadits shahih tentang ini). Saya pribadi ingin mencoba untuk
mengkaji lebih dalam untuk mengambil hikmah atas peristiwa ini.
Seperti
yang kita ketahui, Abdullah meninggal 2 bulan setelah kelahiran beliau dan Siti
Aminah meninggal setelah 6 tahun kelahiran beliau. Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam telah
menjadi anak yatim piatu sejak usia 6 tahun. Yang kemudian beliau dirawat oleh
kakeknya, Adul Muthalib dan pamannya, Abu Tholib. Beliau Shallallahu alaihi wa salam dirawat dengan penuh perhatian dan
kasih sayang oleh kakeknya dan pamannya sampai pada kematian mereka berdua.
Beliau Shallallahu alaihi wa salam pun
begitu merasa sedih dan kehilangan yang mendalam.
Dalam
hal ini, saya mencoba mentadabburi bahwa kematian kedua orang tua Nabi Shallallahu alaihi wa salam sejak beliau
masih kecil adalah Allah ingin meringankan adab Umat Islam kepada orang tua.
Seperti yang kita ketahui, Rasulullah Shallallahu
alaihi wa salam adalah manusia yang akhlak yang sangat agung mulia. Beliau Shallallahu alaihi wa salam adalah
pelaku kemanusiaan yang terbaik. Yang banyak dikisahkan contoh Akhlak mulia
beliau saat beliau Shallallahu alaihi wa
salam berlaku sopan dan memberi makan kepada seorang pengemis Yahudi, yang
bahkan Abu Bakar, manusia terbaik setelah Nabi Shallallahu alaihi wa salam pun tidak bisa untuk menirunya persis
seperti yang dilakukan beliau Shallallahu
alaihi wa salam. Dan kisah lainnya saat beliau Shallallahu alaihi wa salam Shallallahu alaihi wa salam mengasihi
anak yatim, yang tiada satu pun manusia di dunia yang kasih sayangnya terhadap
yatim mampu menyamai beliau dan masih banyak kisah lainnya bagaimana beliau
menujukkan kasih sayang dan Akhlak yang agung kepada semua makhluk Allah Subhanahu wa taala.
Bilamana
Rasulullah Shallallahu alaihi wa salam
memiliki kasih sayang yang tinggi dan akhlak yang agung kepada orang lain, maka
bagaimana jika beliau berperilaku terhadap orang tuanya?
Islam adalah agama yang memiliki
ajaran yang sempurna yang mudah untuk dilakukan umat manusia. Dalam Islam,
orang tua adalah orang yang harus dimuliakan dan bahkan tidak boleh sekalipun
menyakiti hatinya dalam hal apapun. Saya sedikit mengambil hikmah dalam
kematian ayah dan ibu beliau Shallallahu
alaihi wa salam dalam hal ini. Seandainya ayah dan ibu belia masih hidup
maka betapa beliau akan berlaku begitu agung kepada keduanya. Saya pribadi pun
sering merenungi dan bahkan sulit membayangkan bagaimana perilaku beliau Shallallahu alaihi wa salam kepada ayah
bundanya jikalau masih hidup. Tentunya saya membayangkan begitu paling sulitnya
Sunnah Rasul yang satu ini(orang Sunnah yang ada belum tentu kita melakukannya
semuanya). Tapi seakan Allah Subhanahu wa
ta’ala sengaja mewafatkan mereka berdua saat beliau Shallallahu alaihi wa salam masih kecil agar tidak memberatkan
Sunnah yang dilakukan bagi Umatnya.
Wallahu a’lam
Comments
Post a Comment