URGENSI TAHLILAN DAN YASINAN
Majelis
seperti Tahlil, Yasin dan semacamnya atau yang dikenal dengan Tahlilan dan
Yasinan adalah merupakan kegiatan agama yang diamalkan oleh NU. Acara Tahlilan
dan Yasinan selalu identik dengan ambeng atau berkat. Dewasa kini, amalan
seperti majelis tahlilan, yasinan dan semacamnya atau yang dikenal dengan
tahlilan dan yasinan mulai ditentang beberapa organisasi di Indonesia. Banyak
yang mengatakan bahwa amalan itu bid’ah dan bahkan melarang untuk mengikuti
amalan – amalan seperti itu. Padahal, penganut amalan ini telah turun – menurun
sejak Walisongo menyebarkan amalan ini.
Nah,
pada artikel ini sih bukan untuk membahas apakah majelis seperti itu bid’ah
atau tidak. Karena ya itu bukan maqam saya selaku penulis artikel untuk
membahas hukumnya, yang Insya Allah sudah ada beberapa Ulama dan Kyai yang
mempunyai dalil yang kuat untuk menghukumi amalan tersebut.
Menurut
saya pribadi, pada faktanya amalan – amalan semacam ini mungkin merupakan
kebutuhan yang penting bagi Umat Islam masa kini. Di artikel ini akan
memberikan dua urgensi Majelis Tahlil dan Yasin:
1. Membentuk
Generasi Muda yang Ingat Allah
Perkembangan faham westernisasi dan hedonisme telah
berkembang begitu pesat. Tentunya, korban nyatanya adalah para generasi muda yang
bahkan juga menyerang Muslim dan Muslimah muda. Sekarang yang kita lihat banyak
generasi muda Islam yang mungkin telah terlena dengan perkembangan budaya asing
dan yang lebih memprihatinkan juga banyak yang meninggalkan amalan – amalan
ibadah seperti mengaji dan berdzikir.
Nah, maka dari itu, salah satu urgensi Tahlilan dan
Yasinan adalah untuk membentuk generasi muda yang ingat Allah. Alhamdulillah,
dengan adanya ambeng dan berkat banyak menarik minat generasi muda untuk
mengikuti Tahlilan dan Yasinan. Alhasil, banyak generasi muda (yang hidup di
lingkungan NU) yang mengingat Allah kembali dan bahkan semua yang pernah
mengikuti Tahlilan dan Yasinan pasti menghafal bacaan Ayat Kursi, Al Ikhlas, Al
falaq, An Nas serta beberapa ayat Al qur’an dan bacaan Shalawat lainnya.
2. 2. Memperkokoh
Kerukunan antar Umat Islam
Ketegangan di dalam tubuh Umat Islam sendiri memang
bukanlah hal yang baru lagi. Yang memprihatinkan adalah ketegangan yang bahkan
menimbulkan peperangan saudara seperti yang terjadi di beberapa wilayah di
Timur Tengah. Hal tersebut mungkin dapat terjadi karena kurangnya tatap muka
atau muawajjahah antar Umat Islam sendiri.
Alhamdulillah yang sejak saat ini Umat Islam di
Indonesia belum pernah (mudah – mudahan tidak pernah) terjadi peperangan antar
Umat Islam sendiri. Hal tersebut pun bisa kita kaitkan dengan adanya Tahlilan
dan Yasinan yang banyak di amalkan di sebagian besar Umat Islam di Indonesia.
Bagaimana tidak? Hampir sering Umat Islam yang mengamalkan Tahlilan dan Yasinan
itu bertemu bertatap muka (bermuwajjahah) untuk mempererat tali persaudaraan.
Dua hal di atas merupakan urgensi Tahlilan dan Yasinan
untuk Indonesia bahkan untuk seluruh dunia Islam saat ini. Yang Insya Allah,
bisa membentuk generasi muda yang mengingat Allah dan memperkokoh kerukunan
antar Umat Islam sendiri. Jadi, Tahlilan dan Yasinan bisa menjadi amalan yang
tetap awet diamalkan di Indonesia dan bahkan untuk seluruh Umat Islam di dunia.
Comments
Post a Comment