ISLAM KOTOR?
Artikel
ini ditulis karena penulis pernah ditanya seseorang “Kenapa kebanyakan Negara
yang dihuni orang Islam itu kotor?”
Jadi di sini penulis ingin menjawab
pertanyaan tersebut. Memang sih sebagian Negara yang sebagian besar ditempati
Umat Muslim dikategorikan Negara kotor. Ada dua poin penting dari jawaban
pertanyaan di atas, yaitu :
1.
Tidak semua Muslim berstatuskan Islam
secara Kaffah
Memang jumlah pemeluk agama agama Islam adalah terbesar nomor
dua di dunia. Tapi perlu disadari, bahwa manusia itu tak luput dari kesalahan
atau dalam istilah asing “Human is to err”. Pemeluk agama Islam pun tentu tak
luput dari berbagai perbuatan dosa, bahkan yang hidup di zaman akhir. Seperti
istilah yang lagi ngetren saat ini, yaitu banyak orang hanya berKTPkan Islam.
Seakan – akan di zaman akhir, banyak Muslim yang bergamakan Islam hanya sebagai
kedok belaka, yang banyak dari mereka tidak menjalankan Syariat dengan baik dan
benar. Dalam sebuah hadis bahkan disebutkan bahwa kebersihan adalah sebagian
dari Iman. Dan juga, banyak riwayat yang megatakan bahwa Rasulullah Shollallahu’alaiwasalam sangat mencintai
kebesihan.
Dalam
kasus lain, seperti halnya fenomena teroris, yang dunia mengenal sebagai orang
Muslim yang taat. Tentunya, seluruh Umat Muslim tidak sependapat dengan tuduhan
tersebut. Karena ajaran utama Umat Islam adalah Rahmatal lil’alamiin. Ajaran
Islam tentunya mengajarkan hakikat kasih sayang dan saling memaafkan yang
sebenarnya. Hal yang menunjukkan bahwa Umat Islam menjunjung tinggi kasih
sayang disebutkan dalam QS At – Taubah ayat 6 :
وَإِنْ
أَحَدٌ مِنَ الْمُشْرِكِينَ اسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَامَ
اللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا
يَعْلَمُونَ
Artinya : Dan jika seorang diantara
orang-orang musyrikin itu meminta perlindungan kepadamu, maka lindungilah ia
supaya ia sempat mendengar firman Allah, kemudian antarkanlah ia ketempat yang
aman baginya. Demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui.
Ayat di atas menunjukkann bahwa kasih sayang ataupun memaafkan
adalah kewajiban bagi Umat Muslim kepada orang lain yang membutuhkan meskipun
mereka beragamakan non Muslim.
2.
Islam Lebih Tinggi dari Kebersihan
Seluruh agama
tentunya mengajarkan kebersihan. Ini yang sering dilupakan oleh para penjudge.
Jadi hal ini sangat wajar jika Negara non Muslim menjaga kebersihan. Sedangkan
dalam Islam, terdapat Hukum Thaharah(Kesucian) yang justru lebih tinggi dari
kebersihan semata.
Singkatnya,
Kesucian dalam Islam mengajarkan tentang menjaga kesucian secara lahir dan
batin(selebihnya silahkan baca sendiri Bab Thaharah di buku – buku Fiqih Islam).
Kesucian secara lahir tentunya kesucian yang tampak mata sedangkan kesucian
Batin niscaya hanya Allah yang tahu.
Akan tetapi,
berdasarkan fenomena yang ada, kebersihan lahir belum tampak secara totalitas
bagi sebagian Umat Islam. Bahkan mungkin, sebagian Muslim lebih mengutamakan
kebersihan dan kesucian batin daripada lahir. Padahal untuk mencapai kesucian batin,
alangkah lebih baik untuk mencapai kesucian lahir terlebih dahulu.
Jadi, jikalau
terdapat Umat Islam yang belum mencerminkan kebersihan dan kesucian secara
lahir maka itu karena kurangya kesadaran beberapa individu Muslim tersebut.
Karena Islam mengajarkan lebih daripada kebersihan. Wallahua’alam
Comments
Post a Comment