SUFYAN BIN SAID ATS SAURI
A. Siapakah Sufyan bin Said Ats-Tsauri
Sufyan
bin Said Ast tsauri memiliki nama lengkap Sufyan bin Said bin Masruq bin Rafi’
bin Abdullah bin Muhabbah bin Abi Abdillah bin Manqad bin Nashr bin Al Harits
bin Tsa’labah bin Amir bin Mulkan bin Tsur bin Abdumanat Adda bin Thabikah bin
Ilyas, yang dikenal dengan panggilan akrabnya yaitu Sufyan Ats Tsauri. Beliau
lahir oada tahun 77H di Kufah pada masa Khalifah Sulaiman bin Abdul Malik.
Ayahnya adalah Said bin Masruq Ats – tsauri, yang juga seorang ahli hadis
ternama. Beliau juga merupakan teman dari Asy-Sya’bi dan Khaitsamah bin
Abdirrahman, yang keduanya juga termasuk para perawi Kufah yang ternama.
Sufyan
Ats-Tsauri juga adalah seorang ulama hebat, yang hafal Al qur’an, ahli hadis
dan ahli fikih, yang bahkan juga dinilai setara dengan empat imam besar fiqih
seperti Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi’I dan Imam Ahmad bin Hambal.
Sufyan dikenal dengan Ulama’ yang memiliki pribadi wara’, Zuhud dan tidak butuh
dengan pujian dari manusia.
Sufyan Ats-Tsauri juga meriwayatkan dari
ayahnya, Abu Ishaq Asy Syaibani, Abdul Malik Al-Hafidz berkata, “Sufyan
meriwayatkan dari ayahnya, Abu Ishaq Asy-Syaibani, Abdul Malik bin Umair,
Abdurrahman bin ‘Abis bin Rabi’ah, Ismail bin Abu Khalid, Salamah bin Kuhail,
Tharik bin Abdirrahman, Al-Aswad bin Qais, Bayan bin Bisyr, Jami’ bin Abi
Rasyid, Habib bin Abi Tsabit, Husain bin Abdirrahman, Al-A’masy, Manshur,
Mughirah, Hammad bin Abi Sulaiman, Zubaid Al-Yami, Shaleh bin Shaleh bin Haiyu,
Abu Hushain, Amr bin Murrah, ‘Aun bin Abi Jahifah, Furas bin Yahya, Fathr bin
Khalifah, Maharib bin Datsar dan Abu Malik Al-Asyja’i.”
Beliau juga meriwayatkan dari guru-guru yang berasal dari Kufah, yang diantaranya adalah: Ziyad bin Alaqah, ‘Ashim Al-Ahwal, Sulaiman At-Tamimi, Hamaid Ath-Thawil, Ayyub, Yunus bin Ubaid, Abdul Aziz bin Rafi’, Al-Mukhtar bin Fulful, Israil bin Abi Musa, Ibrahim bin Maisarah, Habib bin Asy-Syahid, Khalid Al-Hadza’, Dawud bin Abi bin Abi Hind dan Ibnu ‘Aun. Disamping itu, beliau juga meriwayatkan dari sekelompok orang dari Bashrah, yaitu Zaid bin Aslam, Abdullah bin Dinar, Amr bin Dinar, Ismail bin Umayyah, Ayyub bin Musa, Jabalah bin Sakhim, Rabi’ah, Saad bin Ibrahim, Sima budak Abu bakar, Suhail bin Abi Shaleh, Abu Az-Zubair, Muhammad, Musa bin Uqbah, Hisyan bin Urwah, Yahya bin Said Al-Anshari, dan sekelompok orang dari Hijaz dan yang lain.
Beliau juga meriwayatkan dari guru-guru yang berasal dari Kufah, yang diantaranya adalah: Ziyad bin Alaqah, ‘Ashim Al-Ahwal, Sulaiman At-Tamimi, Hamaid Ath-Thawil, Ayyub, Yunus bin Ubaid, Abdul Aziz bin Rafi’, Al-Mukhtar bin Fulful, Israil bin Abi Musa, Ibrahim bin Maisarah, Habib bin Asy-Syahid, Khalid Al-Hadza’, Dawud bin Abi bin Abi Hind dan Ibnu ‘Aun. Disamping itu, beliau juga meriwayatkan dari sekelompok orang dari Bashrah, yaitu Zaid bin Aslam, Abdullah bin Dinar, Amr bin Dinar, Ismail bin Umayyah, Ayyub bin Musa, Jabalah bin Sakhim, Rabi’ah, Saad bin Ibrahim, Sima budak Abu bakar, Suhail bin Abi Shaleh, Abu Az-Zubair, Muhammad, Musa bin Uqbah, Hisyan bin Urwah, Yahya bin Said Al-Anshari, dan sekelompok orang dari Hijaz dan yang lain.
Banyak para perawi yang meriwayatkan
dari Sufyan Ats-Tsauri dan tidak terhitung jumlahnya. Beberapa murid – murid
yang meriwayatkan dari beliau, yaitu : Aban bin Taghlab, Syu’bah, Zaidah
Al-Auzal, Zuhair bin Muawiyah dan masih banyak lagi.
B.
Keistimewaan
Sufyan bin Said Ats-Tsauri
Sufyan bin Said Ats-Tsauri dikenal
sebagai orang yang tegas dalam segala hal terutama pada hal – hal yang
melenceng. [1]“Janganlah
kalian mencintai kekuasaan, karena hal itu bisa membuatmu rendah. Seorang Ulama
tidak akan menghiraukan kekuasaan, kecuali yang telah menjadi makelar. Jika
kekuasaan telah membuatmu senang, maka hilanglah jati dirimu” itulah diantara
isi surat nasihat yang ditulis beliau.
Suatu ketika, ada sebuah kejadian yang
mebuat Sufyan harus melakukan pelarian panjang hingga beliau meninggal dunia.
Saat itu, Sufyan menentang dengan tegas pada seorang pemimpin yang dzalim,
yaitu Al-Mahdi yang melempar cincin kesayangannya yang bernilai sangat mahal
bagi penduduk saat itu kepada Sufyan sambil berkata “ ini adalah cincin
kepunyaanku. Ambillah! Aku ingin engkau berkata kepada umat sesuai Quran dan
Sunnah.”
Sufyan ijin untuk berbicara sambil
meminta jaminan keamanan dan sang raja menjaminnya. Beliau saat itu mengatakan
“ Wahai Amirul Mukminin, janganlah engkau datang kepadaku, sehingga aku sendiri
yang datang kepadamu. Dan janganlah kamu memberikan sesuatu kepadaku, sehingga
aku yang meminta kepadamu!” ucap At-Tsauri tanpa sedikitpun menunjukkan rasa
takut. Sang raja, Al-Mahdi pun marah besar terhadapnya. Hal ini membuat Sufyan
melakukan perjalanan panjang yang dalam pelariannya itu beliau meninggal di
Baghdad.
Keistimewaan Sufyan bin Said Ats-Tsauri
yang lain adalah seperti yang dikatakan oleh Ali bin Fudhail bahwa beliau melihat Sufyan Ats Tsauriy bersujud disekitar
Ka’bah, kemudian melakukan thawaf sebanyak tujuh kali, dan Ats Tsauriy belum
mengangkat kepalanya dari bersujud. Ibnu Wahab berkata bahwa beliau pernah
melihat Ats Tsauriy sedang berada di Masjidil Haram setelah shalat maghrib,
kemudian beliau bersujud dan tidak mengangkat kepalanya hingga kami mengajaknya
untuk shalat isya.
Sufyan bin Said Ats-Tsauri pernah
berpesan kepada Said bin Shadaqah Abu Muhalhal : “Wahai Abu Muhalhal,
dengarkanlah pesanku, jika pada zaman sekarang ini kamu bisa tidak berbaur
dengan seorang pun, maka lakukanlah. Hendaknya kesedihan sebagai bekalmu,
janganlah sekali-kali mendatangi para penguasa, berharaplah hanya kepada Allah
swt terhadap kebutuhan yang berada didalam kekuasaan para penguasa tersebut,
dan mintalah perlindungan kepada Allah swt terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Beliau kembali berpesan bahwa kita tidak perlu mengejar kekuasaan dan pula
mendekati penguasa untuk mendapat kebahagiaan karena kita hanya bisa mendapat
kebahagiaan yang hakiki melalui cinta kepada Allah SWT.
C.
Tanggapan
Para Ulama’
Adh
Dhahabiy menyebutkan bahwa Syu’aib bin Harb berkata: “Aku tidak menyangka bahwa
Allah swt telah mentaqdirkan Sufyan Ats Tsauri datang besuk untuk menunaikan
ibadah haji bersama rombongannya. “Kemudian Syu’aib bin Harb berkata kepada
rombongan itu: “Kalian tidak melihat nabi, namun kalian hidup bersama Sufyan
Ats Tsauriy.” Dari perkataan Syu’aib bin Harb tersebut bisa disimpulkan hidup
di masa Sufyan bin Said Ats-Tsuari itu merupakan suatu kenikmatan yang luar
biasa bagi umat muslim.
[2]Al Asqalani (113-114) menyebutkan
bahwa Syu’bah, Ibnu Uyainah, Abu ‘Ashim,
Ibnu Ma’in mengatakan: “Sufyan Ats Tsauriy adalah amirul mukminin
(pemimpin) dalam masalah hadits.” Ibnu Mubarak berkata: “Saya menulis dari
seribu seratus syaikh, saya belum pernah menulis dari seseorangpun yang lebih
utama daripada Sufyan Ats Tsauriy.” Ad Duwariy berkata: “Aku melihat Yahya bin
Ma’in tidak mendahulukan orang lain atas Sufyan Ats Tsauriy dalam masalah
fiqih, hadits, zuhud dan yang lainnya.” Berkata Al Ajari dari Abu Dawud: “Tidak
ada perselisihan diantara Sufyan dan Syu’bah dalam masalah sesuatu, kecuali
pendapatnya Sufyan Ats Tsaury lah yang diambil.”Abu Dawud berkata: “Telah
sampai kepadaku dari Ibnu Ma’in berkata: “Tidak ada seorangpun yang menyelisihi
Sufyan dalam suatu masalah kecuali perkataan Sufyan Ats Tsauriy lah yang
diambil.” Al ‘Ajali berkata: “Sebaik-baik sanadnya ahli Kufah adalah sanadnya
Sufyan Ats Tsauriy.”Abdullah bin Dawud berkata: “Saya tidak pernah melihat
seorangpun yang lebih faqih daripada Sufyan.”Abu Qathan berkata: “Syu’bah
berkata kepadaku bahwa Sufyan adalah orang yang paling wara’ dan berilmu.”
Ahmad bin
Hambal berkata: “Ibnu ‘Uyainah telah berkata kepadaku: “Sekali-kali engkau
tidak akan pernah melihat dengan kedua matamu seorang yang seperti Sufyan Ats
Tsauriy sampai engkau meninggal.”
Imam
Dhahabiy menyebutkan kezuhudannya yang diantaranya: Disebutkan dari Abu Qathn
dari Syu’bah dia berkata: “Sufyan adalah pimpinan kaum cendekiawan dan ahli
wara’.
Dari Yahya Al Qathan, dia berkata :
“Aku tidak melihat ada orang yang lebih utama dari Sufyan Ats Tsauriy, jika
beliau tidak sibuk dengan hadits maka ia akan shalat diwaktu senggangnya,
seperti waktu antara Dhuhur dan Ashar, antara Maghrib dan Isya’. Dan jika
beliau mendengar orang yang menyebut hadits, maka dia akan meninggalkan shalat
sunnahnya dengan segera.”
Dan dari
Abdurrahman bin Mahdi, dia berkata: “Pada suatu hari kami sedang bersama Sufyan
Ats Tsauriy, tiba-tiba beliau menerangkan beberapa hadits dan kami tidak berani
menghentikannya, maka kami pun menyebutkan beberapa hadits dan hilanglah
kekusyu’an, sedang beliau senantiasa
menerangkan beberapa hadits kepada kami.”
Al Hafidz
Abu Bakar Al Khatib berkata, “Sufyan Ats Tsauriy adalah pimpinan ulama’-ulama’
islam dan gurunya. Sufyan Ats Tsauriy adalah orang yang mempunyai kemuliaan,
sehingga beliau tidak butuh dengan pujian. Selain itu Ats Tsauriy juga seorang
yang bisa dipercaya, mempunyai hafalan yang kuat, berilmu luas, wara’ dan
zuhud.” Ibnu Mahdi berkata, “Aku tidak berani menatap Sufyan Ats Tsauriy karena
merasa malu dan hormat kepadanya.”
D.
Meninggal beliau:
Al
Asqalaniy (114) menyebutka bahwa Ibnu Sa’ad berkata: “Ulama sepakat bahwa
Sufyan wafat di Bashrah pada thun 161 Hijriyyah.” Pendapat itu juga disepakati
olehYahya Al Qathan dan Adh Dhahabiy.
DAFTAR
PUSTAKA
Muhammad
Nuh. (3 November 2015), Jihadnya Sufyan Ats-Tsauri dari Kungkingan Penguasa.
Diperoleh 3 November 2015, dari
http://www.eramuslim.com/peradaban/bercermin-salaf/jihadnya-seorang-sufyan-ats-tsauri-dari-kungkungan-penguasa.htm#.VjguJytq201
Muhammad Alwan. ( 28 Mei 2013), Biografi Sufyan
Ats-Tsauri. Diperoleh 3 November 2015, dari
http://www.eramuslim.com/peradaban/bercermin-salaf/jihadnya-seorang-sufyan-ats-tsauri-dari-kungkungan-penguasa.htm#.VjguJytq201
Al Asqalani, Ibnu Hajar. Tahdzibut
Tahdzib, Jilid: IV, cet: I, Beirut: Dar Shadir
Adh Dhahabi, Syamsuddin Muhammad bin Ahmad bin Utsman
(1997), Siyaru a’lam An Nubala’, Jilid: IV, cet: I, Beirut: Darul Fikr.
[1] Muhammad
Nuh, “JIhadnya seorang Sufyan Ats-Tsauri dari kungkungan penguasa”, diakses
dari http://www.eramuslim.com/peradaban/bercermin-salaf/jihadnya-seorang-sufyan-ats-tsauri-dari-kungkungan-penguasa.htm
pada tanggal 3 November 2015 pukul 10:41 PM
[2] Jurnal
Muslim, Biografi Sufyan Ats-Tsauri, diakses dari file:///D:/Tugas/tasawuf/BIOGRAFI%20SUFYAN%20ATS%20TSAURIY%20-%20Jurnalmuslim.com.htm
pada tanggal 3 November 2015 pukul 10:42 PM
Comments
Post a Comment