PENGEN PUNYA PACAR ALIM?
Banyak sekali orang
yang ingin punya pacar alim, benar kan? Yaah,, salah satunya sih diriku
sendiri. Punya pacar alim memang idaman semua orang. Kriteria pacar alim adalah
yang rajin shalat, ngaji(entah ngaji Al-qur’an atau kitab – kitab lainnya), gak
mabuk-mbukan, rajin belajar dan lain - lain. Siapa sih yang gak mau punya pacar
seperti itu? Pacar alim pun di anggap bisa menjamin ketentraman hati dan
menjamin kelanggengan sampai ke tahap berikutnya.
Mau tahu cara punya pacar alim?
Eittss.. tunggu
dulu.. orang alim yaa gak mau pacaran kalee coy. Orang alim kan orang yang pada
agama. Yah meskipun kealiman itu ada tingkatannya tapi orang alim jelas gak
memilih jalan pacaran. Sekarang banyak orang yang rajin ibadah mudah terjerumus
ke dalam lubang pacaran, Na’udzubillah. Yah.. siapa sih yang gak tergoda dengan lawan
jenis yang bukan muhrim, karena sesungguhnya ini adalah musuh terbesar yang
menghalangi jalan menuju surga. Padahal seperti yang kita ketahui kalo’ pacaran
itu banyak mudharratnya. Bahkan mungkin tergolong maksiyat.
Sekarang banyak orang yang ngeyel kalo pacaran mereka itu gak
aneh aneh kok. Helloo?? Definisi pacaran gak aneh – aneh itu gimana ya?
Yang cuman pegangan tangan yaa? Atau yang hanya jalan dan boncengan berduaan
dengan mesra? Kita coba berpikir secara logis, sehat dan agamis deh, pacaran
gak aneh – aneh pada zaman sekarang
itu “Halal” apa tidak dalam Islam?? Jelas hati nurani kita yang paling dalam
pasti mengatakan bahwa itu “Haram” dan tergolong maksiyat. Kenapa Haram? Karena
pacaran sangat mendekatkan kita pada perbuatan zina.
Padahal Allah
telah berfirman pada QS Al Israa:32 yang berbunyi:
Artinya : Dan janganlah mendekati Zina
Banyak orang yang
memlesetkan ayat ini “ kalo mendekati kan dilarang, jadi lakukan saja”. Pelesetan
seperti itu janganlah dianggap serius, itu hanya perkataan orang yang mencoba
melarikan diri dari hukum Islam. Mendekati saja tidak boleh apalagi melakukan.
Jelas sekali kita sangatlah dilarang mendekati hal yang dapat menyebabkan zinah
seperti hal – hal yang dilakukan orang berpacaran seperti berduaan, bermesraan,
SMS mesra, pegangan tangan dan lain – lain.
Jika kita
mencintai seseorang, lantas janganlah kita merusaknya. Seperti yang dikatakan
Ustadz Felix Siauw bahwa Cinta itu menjaga dan Nafsu itu terburu – buru. Bersabarlah
jika kita mencintai seseorang, jika sudah tidak bisa lamarlah dan menikah. Sebelum
menikah bolehlah Ta’aruf (yang jelas jauh dari definisi pacaran) J
Semoga Bermanfaat dan silahkan Share jika menginginkannya J

Comments
Post a Comment